Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Samarinda Terima Kunjungan GMNI: Perkuat Konsolidasi Demokrasi dan Bahas Isu Strategis Pemilu

Ketua Bawaslu Kota Samarinda, Abdul Muin, didampingi oleh Anggota Bawaslu, Padlansyah diskusi kritis mengenai dinamika politik terkini bersama GMNI Kota Samarinda di Kantor Bawaslu Samarinda.

Ketua Bawaslu Kota Samarinda, Abdul Muin, didampingi oleh Anggota Bawaslu, Padlansyah berdiskusi kritis mengenai dinamika politik terkini bersama GMNI Kota Samarinda di Kantor Bawaslu Samarinda.

Samarinda, Bawaslu Kota Samarinda - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Samarinda menerima kunjungan audiensi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Samarinda di Kantor Bawaslu Samarinda. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka penguatan kelembagaan dan konsolidasi demokrasi di luar tahapan Pemilu guna memastikan iklim politik di Kota Tepian tetap sehat.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Samarinda, Abdul Muin, didampingi oleh Anggota Bawaslu, Padlansyah. Dialog ini menjadi ruang diskusi kritis mengenai dinamika politik terkini, khususnya terkait ancaman laten politik uang (money politics).

Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa politik uang adalah residu demokrasi yang merusak kedaulatan rakyat. 
"Praktik ini menggeser substansi pemilihan dari adu visi-misi menjadi transaksi sesaat. Dampaknya fatal, pemimpin terpilih berpotensi lebih fokus pada pengembalian modal ketimbang kepentingan publik," tegas Bawaslu dan GMNI Samarinda dalam diskusi tersebut.

Selain politik uang, pembahasan menyoroti implementasi Putusan MK Nomor 65/PUU-XXI/2023. Putusan ini mengubah tafsir Pasal 280 ayat (1) huruf h UU No. 7/2017, yang kini memungkinkan kampanye di lembaga pendidikan dan fasilitas pemerintah dengan syarat tertentu. Isu ini menjadi perhatian serius GMNI karena adanya kekhawatiran terhadap netralitas institusi pendidikan dan potensi terganggunya proses belajar mengajar.

Ketua GMNI Kota Samarinda, Arif Muliawansyah, menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadi mitra kritis Bawaslu. 
"GMNI Samarinda memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan politik uang dan pengawasan ketat terhadap segala bentuk pelanggaran Pemilu ke depan. Kami ingin memastikan demokrasi kita tidak hanya prosedural, tapi juga substansial," ujar Arif.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus melakukan pendidikan politik kepada masyarakat secara masif sebagai langkah preventif dalam menjaga integritas demokrasi di Kota Samarinda.

Penulis : T.F. Prayoga

Foto : Nissi  S.V.D.