Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi : Bangun Pondasi Demokrasi, Bawaslu dan NasDem Samarinda Saling Tukar Masukan dan Literasi

Ketua Bawaslu Kota Samarinda, Abdul Muin didampingi Anggota, Imam Sutanto dan Kepala Sekretariat Mahrus Irhamdi saat menerima buku karya Surya Paloh dalam agenda Konsolidasi Demokrasi ke DPD Partai NasDem.

Ketua Bawaslu Kota Samarinda, Abdul Muin didampingi Anggota, Imam Sutanto dan Kepala Sekretariat Mahrus Irhamdi saat menerima buku karya Surya Paloh dalam agenda Konsolidasi Demokrasi ke DPD Partai NasDem.

Samarinda, Bawaslu Kota Samarinda – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Samarinda mulai mematangkan langkah strategis menyongsong Pemilu 2029. Pada Jumat (24/4/2026) pagi, jajaran komisioner Bawaslu Samarinda melakukan kunjungan resmi ke Kantor Sekretariat DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Samarinda untuk memperkuat pondasi demokrasi dan koordinasi antarlembaga.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Samarinda, Abdul Muin, bersama Anggota Imam Sutanto dan Kepala Sekretariat Mahrus Irhamdi, disambut hangat oleh Ketua DPD Partai NasDem Samarinda, Joha Fajal, beserta jajarannya.

Ketua Bawaslu Kota Samarinda, Abdul Muin, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mengajak seluruh elemen politik bergandengan tangan demi menciptakan iklim demokrasi yang sehat. Menurutnya, pematangan sistem demokrasi harus dimulai sejak dini untuk memastikan setiap tahapan di masa depan berjalan sesuai regulasi.

"Kami ingin memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan. Kami juga meminta masukan dari Partai NasDem sebagai bahan evaluasi atas pemilu yang telah lalu, agar menjadi pelajaran berharga bagi pelaksanaan pemilu mendatang," ujar Abdul Muin dalam pertemuan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Partai NasDem Samarinda, Joha Fajal, menegaskan komitmen partainya untuk selalu patuh pada peraturan terbaru, termasuk Peraturan Daerah (Perda) mengenai keanggotaan partai. Ia juga memaparkan bahwa NasDem secara rutin menggelar Pelatihan Pendidikan Politik bagi para kadernya guna menjaga loyalitas dan kualitas SDM partai.

Namun, dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, Joha memberikan catatan kritis terkait pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang sempat terjadi di Samarinda. Ia berharap Bawaslu melakukan mitigasi sedini mungkin agar kejadian serupa tidak terulang.

"PSU itu sangat menguras waktu dan energi. Selain itu, peserta pemilu yang sebenarnya tidak terlibat langsung bisa menjadi korban dari ketidakefektifan proses tersebut. Mari kita bersama-sama memperbaiki kekurangan yang ada di setiap tahapan," tegas Joha Fajal.

Pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut ditutup dengan aksi simbolis. Ketua Bawaslu Samarinda menyerahkan buku berjudul “Jejak Pengawasan” yang merangkum kinerja Bawaslu pada Pemilu 2024. Sebaliknya, Joha Fajal menyerahkan buku karya Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, sebagai tanda kesepahaman dalam membangun visi politik bangsa.

Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat bahwa komunikasi yang intensif antara penyelenggara dan peserta pemilu adalah kunci utama untuk meminimalisir pelanggaran dan meningkatkan kualitas demokrasi di Kota Samarinda.(*)

Penulis : Siti Zulfa

Foto : E.R.W

Tag
Berita